Para sahabat
terdiam dan mulai banyak yang meneteskan air mata. Nabi sallAllahu 'alayhi
wasallam melanjutkan, "Bukankah telah kujalani hari-hari bersama kalian
dengan lapar, bukankah telah kutaruh beberapa batu diperutku karena menahan
lapar bersama kalian, bukankah aku telah bersabar menghadapi kejahilan kalian,
bukankah telah kusampaikan pada kalian wahyu dari Allah.....?" Untuk semua
pertanyaan itu, para sahabat menjawab, "Benar ya Rasul!"
Rasul sallAllahu
'alayhi wasallam pun mendongakkan kepalanya ke atas, dan berkata, "Ya
Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah...Ya Allah saksikanlah!". Nabi
sallAllahu 'alayhi wasallam meminta kesaksian Allah bahwa Nabi telah
menjalankan tugasnya.
"Ya Allah
saksikanlah betapa kami mencintai Rasul-Mu, betapa kami sangat ingin bertemu
dengan kekasih-Mu, betapa kami sangat ingin meniru semua perilakunya yang
indah; semua budi pekertinya yang agung, betapa kami sangat ingin dibangkitkan
nanti di
padang Mahsyar
bersama Nabiyullah Muhammad, betapa kami sangat ingin ditempatkan di dalam
surga yang sama dengan surganya Nabi kami. Ya Allah saksikanlah...Ya Allah
saksikanlah Ya Allah saksikanlah"
Ketika Umar
Melihat Rasulullah Tidur Beralaskan Tikar
Anas bin Malik
berkata, "Saya masuk menemui Rasulullah dan ia sedang berbaring miring di
atas tikar pandan kecil yang bersulam, dan di bawah kepalanya bantal dari kulit
berisikan rumput kering. Lalu beberapa orang dari sahabatnya datang diantaranya
adalah Umar bin Khathtab, Rasulullah pun bangkit menggeser tubuhnya yang sedang
terbuka bajunya. Umar bin Khaththab tak sanggup menahan tangisnya ketika
melihat bentuk sulaman tikar yang membekas di tubuh bagian samping Rasulullah
saw.
Rasulullah saw
bertanya, "Mengapa engkau menangis, Umar?
Umar menjawab,
"Demi Allah, saya tidak menangis kecuali tahu bahwa engkau lebih Allah muliakan
daripada Kisra dan Qaishr. Mereka hidup dalam kesenangan, sementara engkau,
Rasulullah saw, di tempat yang saya lihat ?"
Rasulullah saw
bersabda, "Apakah engkau tidak rela dunia menjadi milik mereka dan akhirat
untuk kita?"
Umar menjawab,
"Ya, aku rela."
Rasulullah saw
bersabda, "Begitulah yang benar"
0 komentar:
Posting Komentar